banner 728x250
Berita  

Sebuah area seluas 6 km dari puncak Gunung Luang telah dikosongkan

Sebuah area seluas 6 km dari puncak Gunung Luang telah dikosongkan
Sebuah area seluas 6 km dari puncak Gunung Luang telah dikosongkan
banner 120x600
banner 468x60

giresunprefabrikyapi.com – Satuan Tugas Gabungan yang menangani erupsi Gunung Api Luang telah bekerja sejak Minggu (22 April 2024)

untuk menangani erupsi yang telah mencapai Level IV atau ‘Awas’.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Citaro telah mengevakuasi daerah-daerah yang berada dalam radius 6 km dari puncak gunung, sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Evakuasi tidak hanya dilakukan di wilayah radius aman, namun juga di beberapa lokasi lain di luar Pulau Taglandan, seperti Kota Manado, Kota Bitung, dan Minahasa Utara. Fasilitas evakuasi disediakan oleh TNI AL dengan KRI Kakap 811, Basarnas dengan KM Bima Sena dan ASDP dengan kapal feri dan kapal motor milik warga.

banner 325x300

Warga yang dievakuasi termasuk para pendatang, keluarga dari kota tetangga dan kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia dan penyandang disabilitas. Seluruh kegiatan evakuasi dilakukan demi keselamatan dan keamanan penduduk.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan, Satgas Gabungan mendirikan dapur umum di beberapa titik pengungsian, termasuk di Desa Apensala. Dapur umum ini dikelola oleh dinas sosial bersama TNI.
Selain itu, layanan dukungan psikososial juga telah disediakan untuk membantu anak-anak yang mengungsi.

Posko kesehatan telah didirikan di aula gereja Betel Paninteang di desa Lesah, di mana layanan kesehatan reguler dan distribusi masker pasca-erupsi disediakan.

TNI dan Polri membantu membersihkan material vulkanik yang menimpa 363 rumah dan dua gereja. Posko utama didirikan di desa Apensara, sekitar 15 km dari kaki Gunung Api Ri.
Sebuah pos komando didirikan di desa Apensara, sekitar 15 km dari kaki Gunung Api Luang, untuk koordinasi dan pelaporan.

Tim Tanggap Darurat juga terus mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Bantuan yang didistribusikan antara lain 1,5 ton beras, 30 bungkus mie instan, 100 kaleng sarden, 100 bungkus
100 kaleng sarden, 50 masker, serta selimut, peralatan mandi, pembalut wanita, tikar, matras, dan obat-obatan yang disediakan oleh Makodam XIII/Merdeka, Korem, dan instansi terkait lainnya.

Bantuan lainnya berupa 123 tikar, 400 selimut, 2 terpal, 2.000 masker, gula pasir 10 kg, kopi dan teh dari Pemerintah Kabupaten Citaro.
Dinas Sosial setempat juga menyumbangkan sembako, masker dan selimut.

Kementerian Sosial juga mengirimkan bantuan berupa 100 buah tenda gulung, 200 lembar selimut, 20 buah matras, 16 buah tempat tidur, 50 paket family kit, 500 kg telur, 50 dus sarden, 50 kg bumbu dapur, dan 200 dus air mineral.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan 10.000 lembar seng, lima set tenda pengungsi, 100 unit tenda keluarga, empat menara penerangan, dan genset,
300 paket makanan pokok dan makanan siap saji, 300 paket perlengkapan kebersihan, 300 kasur dan selimut, 150 kasur lipat, 300 kotak masker, 50 ranjang bayi, 10 toilet portabel, dan 300 perlengkapan bertahan hidup.
BNPB juga mengalokasikan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp 350 juta untuk mendukung kegiatan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan pengungsi.

Bantuan logistik dikirim melalui berbagai titik, termasuk Pangkalan Udara Sam Ratulangi dan pelabuhan Manado dan Bitung. Gudang logistik berada di posko utama, rumah-rumah penduduk dan pelabuhan Minanga.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan