banner 728x250
Berita  

PKS ingin gabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran, Partai Gerindra ragukan konsistensi

PKS ingin gabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran, Partai Gerindra ragukan konsistensi
PKS ingin gabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran, Partai Gerindra ragukan konsistensi
banner 120x600
banner 468x60

giresunprefabrikyapi.com – Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) menanggapi wacana Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

yang membuka pintu kerja sama untuk mendukung pemerintahan Prabowo – Sandi. Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora)
Sekjen Gelora Indonesia Mahfuz Siddiq mengatakan jika PKS menjadi bagian dari koalisi Indonesia Maju, maka itu berarti terjadi perpecahan antara PKS dengan massa ideologisnya.

“Jika PKS sekarang ingin bergabung karena proses politik sudah selesai, apakah akan mudah bagi PKS untuk memainkan narasi ideologisnya? Apa yang akan dikatakan oleh para pendukung fanatiknya: sepertinya ada perpecahan kesadaran antara elit PKS dan massa pendukungnya?
katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (28/4/2024).

banner 325x300

Menurut Mahfuz, selama kampanye Pilpres 2024, PKS melakukan serangan negatif secara masif terhadap Prabowo-Gibran, terutama terhadap Wali Kota Solo Jibran Lakabumin Raka dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Seingat saya, selama kampanye pemilu, PKS menyerang Prabowo-Gibran dengan narasi yang sangat ideologis,” katanya.

Mahfudz mengingatkan publik akan sebuah narasi yang menurutnya lahir dari kalangan PKS. Cerita tersebut adalah perumpamaan tentang bagaimana Nabi Musa tidak perlu membayar hutangnya kepada Firaun karena Anies Baswedan sebelumnya dicalonkan sebagai calon gubernur Jakarta 2017 oleh Partai Gerindra.

Mahfuz juga mengungkapkan bahwa PKS sering kali mengangkat narasi-narasi yang bersifat menumbangkan dan memecah belah masyarakat. Salah satu contohnya adalah pelabelan Prabowo sebagai pengkhianat setelah ia bergabung dengan kabinet Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada tahun 2019.

“Ketika Prabowo Subianto memutuskan untuk berdamai dengan Jokowi pada tahun 2019, banyak yang mencap Prabowo Subianto sebagai pengkhianat. Sebagian besar dari mereka berasal dari basis pendukung PKS”.

Mahfouz menekankan bahwa Jokowi dan Prabowo sejauh ini telah memperingatkan agar tidak ada narasi perpecahan politik dan ideologi.

“Narasi yang berisiko memecah belah masyarakat secara politik dan ideologi. Ini yang sering diingatkan oleh Presiden Jokowi dan Prabowo,” kata Mahfouz.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan